Sabtu, 30 November 2019

Pendalaman Terapi Shalat Bahagia



Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, pada kesempatan kali ini saya akan sedikit membahas tentang salah satu program acara milik dosen saya pada mata kuliah studi Qur’an yaitu Pendalaman Terapi Shalat Bahagia atau singkatnya disebut PTSB.
Sebelumnya izinkan saya memperkenalkan diri dulu karena kalau kata pepatah “tak kenal maka tak sayang”. Saya Adelia Rizka Putri, biasa dipanggil Adel. Saya merupakan mahasiswi semester 1, dan sedang berkuliah di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Program Studi Ilmu Komunikasi. Disini saya akan menceritakan pengalaman saya hadir dalam kegiatan Kuliah Wada’ atau kuliah penutup mata kuliah studi quran dan ilmu dakwah yang pada saat itu dilaksanakan pada hari Sabtu, 23 November 2019, pukul 06:30 WIB dan bertempatkan pada Kun Yaquta Convention Centre, Jl Siwalankerto Timur 1 no. 141, Surabaya. Adapun rangkaian acara yang dilaksanakan pada hari itu adalah perpisahan dan Training Terapi Shalat Bahagia, yang langsung dibawakan oleh Prof. Dr. Moh Ali Aziz, M.Ag.
Sepertinya kurang afdal apabila saya tidak memperkenalkan founder dari program acara ini.


Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag adalah dosen pengampu pada mata kuliah yang saya pelajari di semester satu, yaitu mata kuliah Studi Quran. Beliau dilahirkan di Lamongan, 9 Juni 1957. Beliau adalah salah seorang Guru Besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya sekaligus Founder pada program acara Pendalaman Terapi Shalat Bahagia (PTSB). beristri, 7 anak, 3 cucu;  alumni Ponpes Ihyaul Ulum Gresik (1975); Dosen Teladan Nasional (2004 dan 2007); Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (2000-2004); Pengurus Pembaca dan Penghafal Al Qur’an Jatim (1994); Ketua Asosiasi Profesi Dakwah Indonesia (APDI 2009-2013); Unsur Ketua Majlis Ulama Indonesia Jawa Timur; Ketua Dewan Pengawas Syariah Bank Jatim (2011-sekarang); Konsultan Pendidikan Yayasan Khadijah (2011-sekarang); Hakim MTQ Tafsir Bahasa Inggris; Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawah Al Qur’an;  Asesor Badan Akreditas Nasional Perguruan Tinggi;  Saksi Ahli Mahkamah Konstitusi tentang UU Penodaan Agama;  Penasehat Forum Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama; Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Al Khoziny Sidoarjo (1990-2009); Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial Kyai Ibrahim Surabaya;  Penasehat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (2002); Pengisi Mimbar Islam di TVRI Jatim; Kajian Terapi Shalat Bahagia di RRI Jakarta pro.1 dan 4 (91.2 FM dan 92.8 FM) dan Radio El Victor Surabaya 93.3 FM. Imam shalat taraweh/penceramah Islam di Hongkong, Macau, Senzhen, Taiwan (2000-sekarang), Malaysia (2004), Jepang (2006 dan 2013), Iran (2008, 2009,2010), Mauritius-Afrika (2000), Inggris (2005), Belanda (2007), Bangladesh (2013, 2014, 2015) dan Nepal (2015). Beliau juga telah diberi kesempatan untuk menjadi Imam pada shalat taraweh di 3 Benua, yaitu Benua Asia, Afrika, bahkan Eropa. SubhanAllah...
Sudah banyak karya beliau yang tersebar di luar sana seperti 60 Menit Terapi Shalat Bahagia (UIN Sunan Ampel Press 2012) sekaligus sebagai founder dan trainer Pelatihan Terapi Shalat Bahagia (PTSB), Doa-doa Keluarga Bahagia (Surabaya, Kun Yaquta Foundation 2014), Bersiul di Tengah Badai (UIN Sunan Ampel Press 2015), Teknik Khutbah Jum’at Komunikatif (UIN Sunan Ampel Press 2014), Mengenal Tuntas Al-Qur’an (MTQ) (Imtiyaz Surabaya 2011), Ilmu Dakwah (Prenada Jakarta 2008), Dinamika Kepemimpinan Tokoh Agama di Indonesia (Harakat Media Jogjakarta 2008), Hijrah (Harakat Media Jogjakarta 2008), Solusi Ibadah di Hongkong (Duta Masyarakat Surabaya 2008), Solusi Ibadah di Taiwan (PCNU Taipei 2010), (2014); Dalam proses cetak buku Terapi Shalat Sukses Studi.           Atas izin beliau, saya diberi kesempatan untuk menghadiri acara Training Terapi Shalat Bahagia secara gratis dengan ketentuan tugas makalah/buku, blog dan 50 comment, UTS dan UAS telah diselesaikan, vlog sudah dinyatakan lolos oleh dosen, dan mengganti ongkos cetak buku panduan (suplemen) dan honor petugas kebersihan sebesar Rp 15.000. Ketentuan ongkos tersebut berlaku khusus mahasiswa/i yang mampu. Pada saat kegiatan, kita juga diperkenankan memakai jas almamater.
            Acara ini tidak dihadiri oleh mahasiswa/i program studi ilmu komunikasi saja, melainkan ada dari program studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Manajemen Dakwah (MD), dan Bimbingan Konseling Islam serta beberapa mahasiswa/i S2 yang diajar oleh beliau. Satu hari sebelum acara ini terselenggerakan, para peserta diharuskan menuliskan beberapa hal terkait berikut ini yaitu :

1.      Tulislah 10 orang yang paling berjasa dalam hidup anda.
2.      Tulislah 5 orang yang menjengkelkan atau menyakitkan anda.
3.      Tulislah 10 dosa yang pernah anda lakukan.
4.      Tulislah 30 nikmat terbesar yang anda rasakan (sejak anda kecil hingga sekarang).
5.      Tulislah 10 masalah yang paling mengganggu atau menyedihkan di dalam perjalanan hidup anda.
Hal yang terkait di atas, jika di buku suplemen merupakan Daftar Anugerah (DA) dan Daftar Masalah dan Harapan (DMH). Anda perlu juga mencatat apa saja masalah hidup dan apa saja harapan anda. Dengan bantuan Daftar Masalah dan Harapan (DMH) yang telah disiapkan itu, maka anda bisa rukuk dan sujud lebih lama dengan penuh penghayatan.
      Sebelum masuk ke inti acara, para peserta diharuskan untuk menghafal dan
menghayati isi Kalimat Kunci Terapi Shalat Bahagia untuk semua gerakan shalat yaitu: SUBHAN TURUT HADIR di MASJID untuk AKSI SOSIAL dan lakukan renungan sebagaimana tertulis dalam kolom berikut ini:

No.
Posisi
Kata Kunci
Renungan/Doa
(Dalam Hati, Tidak Boleh Diucapkan)
1.
Berdiri
SUBHAN:
(Syukur, Bimbingan, Ketahanan Iman)
1.      Syukur: “Wahai Allah, aku bersyukur atas semua nikmat-Mu”.
2.      Bimbingan: “Bimbinglah aku dan keluarga agar tetap di jalan yang benar”.
3.      Ketahanan Iman: “Berilah aku ketahanan iman untuk melawan hawa nafsu agar selamat dari kesesatan dan murka-Mu”.
2.
Rukuk
TURUT:
(Tunduk, Menurut)
1.      Tunduk: “Wahai Allah,aku tunduk membungkuk kepada kehendak-Mu. Aku bertasbih dan menyerahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin, dan semua persoalan kepada-Mu.
2.      Menurut: “Aku menurut kepada semua perintah-Mu. Ampunilah dosa-dosaku”.
3.
I’tidal
HADIR:
(Hak Pujian, Takdir)
1.      Hak Pujian: “Hanya Engkau yang berhak dipuji. Ampunilah aku karena terlintas mengharap pujian manusia”.
2.      Takdir Allah: “Semua hal terjadi atas takdir-Mu. Aku ridla dan ikhlas menerimanya”.
4.
Sujud
MASJID:
(Maaf, Sinar, Jiwa dan Raga)
1.      Maaf: “Maafkan dosa-dosaku, bapak-ibu dan keluargaku”.
2.      Sinar: “Sinarilah hati, lidah, mata dan telingaku agar selalu berbuat yang Engkau ridlai”.
3.      Jiwa dan Raga: “Jiwa dan ragaku dalam kekuasaan-Mu. Aku serahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin, dan semua persoalan kepada-Mu”.
5.
Duduk Antara Dua Sujud
AKSI:
(Ampunan, Kasih, Sejahtera, Iman)
Wahai Allah, berilah aku: “Ampunan, Kasih, Sejahtera, dan Iman”.
6.
Tasyahud
SOSIAL:
(Solawat, Persaksian, Tawakal)
1.      Sholawat: “Sholawat dan salam untuk Nabi Muhammad SAW. Berikan aku kekuatan untuk menyontoh akhlaknya”.
2.      Persaksian: “Aku bersaksi, Tiada Tuhan selain Engkau, dan Muhammad adalah utusan-Mu. Jadikan syahadat pegangan dan penutup hidupku”.
3.      Tawakal: “Aku serahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin dan semua persoalan kepada-Mu”.




Saat mempraktikkan gerakan shalat dengan petunjuk di atas, para peserta terlihat sangat khusyuk serta bersungguh – sungguh. Ingat pedoman urutan untuk setiap doa, yaitu:
1.      Ceritakan masalah – masalah atau harapan anda secara rinci dan fokus.
2.      Katakanlah bahwa anda benar – benar ikhlas, ridla dan tidak mengeluh atas apapun takdir Allah.
3.      Katakanlah anda yakin (3x) pasti (3x) Allah Maha Kuasa menolong anda.
4.      Katakanlah anda pasrah (3x) kepada Allah. Keputusan Allah pasti terbaik.
Ada banyak sekali manfaat dan pengetahuan baru yang saya dapatkan setelah mengikuti acara Pendalaman Terapi Shalat Bahagia ini. Salah satu manfaat yang langsung terbukti pada hari pelaksanaan adalah yang dialami oleh mahasiswi semester 1 program studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI). Dia mengaku kerap merasakan rasa nyeri pada punggung akibat sakit migrain yang dideritanya. Setelah dia mengadukan keluhan yang dideritanya, sang trainer yaitu Prof Ali Aziz menyuruh dia untuk melakukan salah satu gerakan sholat yaitu Rukuk yang ada pada praktik terapi shalat bahagia. Dia melakukan gerakan rukuk dengan membaca renungan dan doa yang terdapat di kata kunci gerakan shalat bahagia. Setelah melakukan gerakan itu, mahasiswi ini mengaku bahwa rasa nyeri yang dideritanya saat itu langsung berangsur hilang. Mahasiswi ini baru pertama kali mengikuti acara Pendalaman Terapi Shalat Bahagia, namun dia sudah bisa merasakan manfaatnya saat pertama kali mempraktikkannya... SubhanAllah...
Beberapa testimonial lainnya yang sudah mengikuti kegiatan 60 menit terapi shalat bahagia, seperti dr. Meralda S.S, Surabaya mengatakan, “Tanganku sembuh dan bisa berbaju sendiri tanpa bantuan orang lain, setelah lima bulann sakit” lalu ada dari Ibu Sri Wahyuni, Sidoarjo mengatakan, “6 bulan sakit duduk dan jalan. Sekarang bisa tahiyat dan berjalan lancar”.
Acara terakhir pada kegiatan Pendalaman Terapi Shalat Bahagia adalah kegiatan renungan. Para peserta diperkenankan untuk menutup matanya dan menghayati setiap kata yang diucapkan oleh sang trainer yaitu Prof Ali Aziz. Kegiatan renungan ini diawali dengan pembacaan surah Al-Fatihah sebanyak 3 kali untuk orang-orang yang anda tuju lalu berlanjut dengan renungan – renungan untuk kedua orang tua kita, serta seberapa besar nikmat Allah yang telah kita terima di hidup kita.
Pendalaman Terapi Shalat Bahagia (PTSB) memberikan bimbingan dan praktek shalat agar kita bisa memahami dan mengingatnya lebih kuat serta bisa memantapkan keyakinan akan kebesaran Allah SWT, percaya diri, dan optimis akan penyelesaian semua masalah menuju hidup yang bahagia. Sesungguhnya wajah penuh bahagia adalah cerminan atas rasa syukur kepada Allah SWT. Hanya pribadi bahagialah yang bisa maksimal berkreasi, produktif dan membahagiakan orang lain. Ikuti testimoni mereka yang telah berhasil merubah mindset untuk ikhlas dan ridla atas keputusan Allah SWT, lebih percaya diri, optimis, tenang di tengah keluarga, dan kesembuhan dari beberapa penyakit setelah mengukuti kegiatan Pendalaman Terapi Shalat Bahagia (PTSB). Bukan founder dan bukunya yang hebat, tapi semata – mata penghayatan shalatnya yang luar biasa. Tujuan utama shalat adalah kokohnya mindset T2Q (tawakal, tumakninah dan qana’ah), sedangkan kesembuhan, rizki dan sebagainya hanya bonus semata sekalipun semua itu sangat kita butuhkan.
Demikian yang dapat saya sampaikan dalam artikel yang saya tulis di Blog ini, maaf apabila ada kesalahan kata atau ejaan yang terdapat di dalamnya, semoga Blog ini dapat bermanfaat bagi semua yang membacanya, Amin ya Rabbal Al Amin.... Terimakasih saya ucapkan untuk Prof Ali yang telah mengampu mata kuliah Studi Quran di kelas saya.
Sekian dari saya, Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...